SabdaUsaha · 01 Agu 2026 · 5 dilihat
Banyak pelaku UMKM menentukan harga jual hanya dengan menebak-nebak atau menyamakan harga kompetitor, tanpa benar-benar menghitung berapa biaya yang sudah dikeluarkan untuk membuat produk tersebut. Akibatnya, ada yang merasa "laris terus" tapi ternyata keuntungannya sangat tipis, bahkan kadang rugi tanpa disadari.
Untuk menentukan harga jual yang tepat, langkah pertama adalah menghitung HPP atau Harga Pokok Produksi — yaitu total biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan satu unit produk. HPP terdiri dari tiga komponen utama: biaya bahan baku, biaya tenaga kerja (termasuk waktu dan tenaga pemilik usaha sendiri, meskipun tidak digaji secara formal), dan biaya operasional lain seperti gas, listrik, kemasan, dan transportasi.
Sebagai contoh sederhana, misalkan seorang pelaku usaha membuat 20 bungkus keripik dalam sekali produksi. Biaya bahan baku (singkong, minyak, bumbu) sebesar Rp100.000, biaya kemasan Rp20.000, dan biaya gas/listrik diperkirakan Rp10.000. Total biaya produksi adalah Rp130.000 untuk 20 bungkus, artinya HPP per bungkus adalah Rp6.500.
Setelah mengetahui HPP, langkah berikutnya adalah menentukan margin keuntungan yang wajar, biasanya berkisar 30-50% dari HPP untuk usaha kecil, tergantung jenis produk dan tingkat persaingan. Jika margin yang diinginkan adalah 40%, maka harga jual idealnya adalah HPP ditambah 40% dari HPP tersebut, sekitar Rp9.100, bisa dibulatkan menjadi Rp9.000 atau Rp10.000 tergantung strategi harga yang diinginkan.
Jangan lupa memperhitungkan juga biaya yang sering terlupakan: ongkos kirim jika berjualan online, biaya admin marketplace atau platform pembayaran digital, serta risiko barang rusak atau retur. Semua biaya "tersembunyi" ini kalau tidak dihitung di awal, akan menggerus keuntungan yang sebenarnya sudah diperhitungkan dengan matang.
Penting juga untuk mengecek harga kompetitor sebagai pembanding, tapi jangan sampai menurunkan harga jauh di bawah HPP hanya untuk terlihat lebih murah dari kompetitor — ini adalah kesalahan umum yang justru bisa membuat usaha merugi meski terlihat ramai pembeli.
Menghitung HPP memang butuh sedikit waktu dan ketelitian di awal, tapi ini adalah fondasi paling dasar yang menentukan apakah usaha Anda benar-benar menghasilkan keuntungan atau hanya terlihat sibuk tanpa hasil yang jelas.